Tampilkan postingan dengan label cilacap. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cilacap. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 November 2011

Parade Baliho di Cilacap

Bismillah...
Tadi sempat dengar juga berita tentang kota Cilacap, yaitu tentang baliho-baliho orang-orang yang pengin dikenal oleh warga Cilacap. Baliho-baliho ini sudah berbulan-bulan nampang di beberapa ruas jalan di Cilacap, dari Sampang hingga Majenang. Tapi baru hari ini tadi sedang dipelajari oleh KPUD (ato Panwasluda ya, wah lupa!!! Maaf), apakah baliho tersebut berkaitan langsung dengan Pemilukada di Cilacap, yang akan segera diadakan, atau hanya upaya mengenalkan diri kepada warga Cilacap?
Wah, terus selama ini pada kemana tuh para pejabat KPUD, yang dibayar pakai uang warga melalui pajak? Padahal sudah lama terpampang, gak cuma di pinggir jalan, tapi juga di mobil-mobil dan angkot yang mondar-mandir tiap harinya.
Kalo dari pengamatan saya, sudah ada 4 orang yang nampang di baliho-baliho tersebut. Termasuk yang model rada-rada terselubung yaitu oleh sang pejabat sendiri...
Menurut berita dari radio Yes tersebut (karena baru radio ini yg bisa saya dengeri streaming lewat internet), masyarakat Cilacap sudah merasa "gerah" dengan baliho-baliho tersebut.
Menurut saya...gak bakalan ditindak tuh para lakon yang nampang di baliho-baliho, paling hasil dari penelitian KPUD sudah bisa saya tebak : itu hanyalah pengenalan saja ke masyarakat Cilacap dan tidak ada kaitan langsung dengan Pemilukada...
Coba aja cek berita Cilacap terus, insya Allah bakal kayak gitu beritanya yang muncul...Cekidot Sob!!!

Imunisasi di Cilacap


Barusan aja denger info dari Yesradio Cilacap, kalo ternyata ada warga Cilacap yang menolak diimunisasi. Yaitu warga Kesugihan, Cipari & Adipala. Kenapa gerangan? Alesannnya bahwa imunisasi yang diberikan mengandung zat-zat yang haram dan membahayakan tubuh. Loh bukannya imunisasi itu untuk kesehatan? Kok malah membahayakan? (lengkapnya insya Allah kan ku bahas laen kali ya)
Menurut pejabat terkait dari Pemda Cilacap, Pak Marwoto, jumlah yang menolak ada sekitar 100 orang . Nah 100-an orang itu diminta menuliskan pernyataan penolakannya, termasuk alasannya. Padahal, lanjut Pak Marwoto, sudah dilampirkan pernyataan kehalalannya dari MUI, yang berarti aman-aman aja tentang imunisasi ini. Pelaksanaan imunisasi ini dilakukan dengan mendatangi rumah-rumah warga, mengingat antusiasme masyarakat yang berkurang terhadap penggunaan cairan yang berisi bakteri/virus yang sudah dilemahkan ini.

Menurutku :
Ada lebih banyak loh yang menolak imunisasi ini, wong info ttg bahaya imunisasi dah banyak yang ngerti kok, tms aku yg gak setuju pemberian imunisasi ini. Makanya, sampai-sampai disertakan lampiran dari MUI, bahwa imunisasi itu aman. Info lebih lanjut ttg imunisasi insyaAllah kan ku sampaikan di blog ini, sebagai rujukan untuk keselamatan The Next Generation