Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Minggu, 13 Mei 2012
Beli Indonesia [2] > Obligasi
Bismillah
Pada bulan Mei ini, pemerintah Indonesia kembali menjual negaranya sendiri, dalam bentuk obligasi.
Hutang Indonesia
Bismillah
Sobat, berapa kira-kira hutang Indonesia hayo? Dari hasil berburu pake mbah Gugel, saya memperoleh informasi, pada akhir tahun 2011 lalu berjumlah Rp 1.859,94 triliun.
Sobat, berapa kira-kira hutang Indonesia hayo? Dari hasil berburu pake mbah Gugel, saya memperoleh informasi, pada akhir tahun 2011 lalu berjumlah Rp 1.859,94 triliun.
Rabu, 09 Mei 2012
Tank Bekas untuk Indonesia
Lagi-lagi bekas...apa iya yah negeri ini bisanya beli yang bekasan doang? Padahal untuk hankam yg vital banget untuk keamanan & kegagahan negeri ini.
Koleksi Koruptor
Jalan-jalan cari ttg korupsi, eeh saya nemu link daftar koruptor [http://infokorupsi.com/id/pejabatkorup.php]. Gak ngerti sejauh mana update-nya ntu, tapi lumayan buat yg mo nambahin daftar koleksi situs-situs apik.
BTW, di Banjarmasinpost, ada tulisan yg menarik.
Selasa, 08 Mei 2012
Beli Indonesia [1]
Ini adalah data terbaru (yg baru saya dapet) dalam penguasaan asing di Indonesia, sebagaimana tercantum dalam suaramerdeka.com.
Senin, 07 Mei 2012
FB, GMail, Yahoo dkk bakal disadap FBI
Begitulah info menarik yg saya baca pagi ini. FBI bermaksud melakukan penyadapan terhadap situs-situs data terkenl seperti, google & yahoo. Hotmail, Skype & Facebook turut serta loh! Namun ni masih sebatas pendekatan.
Pendekatan ini dilakukan agar Yahoo dan Google mau menyetujui sebuah proposal yang akan mewajibkan perusahaan internet tersebut memasukkan "backdoor" di seluruh produknya sebagai bagian dari program pengawasan pemerintah.
Selama ini FBI mengakui kesulitan dalam menangani perusahaan-perusahaan tersebut agar bisa di"mata-matai".
nah Sobat, waspadalah...waspadalah!!!
Tapi moga aja nggak seh...ganggu privasi aja tuh FBI...katanya pembela HAM...
Sumber : cnet & kompas.com
Pendekatan ini dilakukan agar Yahoo dan Google mau menyetujui sebuah proposal yang akan mewajibkan perusahaan internet tersebut memasukkan "backdoor" di seluruh produknya sebagai bagian dari program pengawasan pemerintah.
Selama ini FBI mengakui kesulitan dalam menangani perusahaan-perusahaan tersebut agar bisa di"mata-matai".
nah Sobat, waspadalah...waspadalah!!!
Tapi moga aja nggak seh...ganggu privasi aja tuh FBI...katanya pembela HAM...
Sumber : cnet & kompas.com
Rabu, 16 November 2011
Komodo Menang ??
Bismillah...
Sobat mestinya ngerti ttg si Weleh-weleh...?
Yups si Komodo, yang sempet rame diperbincangkan dalam setiap kesempatan untuk menjadi The New7Wonder. Sapa coba yang ikutan? Dah merasa bangga belum setelah melihat hasilnya? Apa kebanggaan tersebut bisa bikin yang nganggur jadi dapet pekerjaan? Yang belum berjodoh lantas dapat jodoh dengan mudah? Yang ngutang bertumpuk lantas utang lunas setelah urun sms dukungan? Apakah kebanggaan itu hanya kepuasan pribadi semata atau gengsi ben rada gawl gto?..iiih esmosi deh dengan term "BANGGA" ini.
Kembali ke si komo, selain banyak info miring ttg organisasi penyelenggara, keanehan-keanehannya juga menghiasi acara "The New7Wonders" ini. Dari banyaknya peserta yg mundur, ketidak-transparansi-nya acara tsb, bahkan hingga hasilnya pun masih memunculkan keraguan!
Nah menurut info yg saya temukan neg, pasca surfing ttg komodo, ada yg cukup menarik neh...Nih lagsung tek beriken kutipannya yg dapet situs harianmerdeka :
Ketua Pendukung Pemenangan Komodo, Emmi Haffild, mengakui bahwa ada permainan khusus untuk memenangkan Pulau Komodo sebagai salah satu tujuh keajaiban dunia alam versi New 7 Wonders.
Kata Emmi, pihaknya juga telah memberikan sejumlah dana kepada Yayasan yang bermarkas di Swiss tersebut guna memenangkan Pulau Komodo.
Ketika kembali ditanyakan terkait jumlah dana yang diberikan tersebut Emmi justru balik bertanya.
"Jangan ditanya jumlah vote berapa. Itu karena aturan main. Dalam aturan
mainnya, itu tidak boleh kita ungkapkan. Termasuk juga berapa sih dana yang disampaikan ke sana (New 7 Wonders) itu juga nggak boleh," kata Emmi dengan nada geram di Marley Cafe, Mezanine Energy Tower Kawasan SCBD Semanggi, Jakarta, (Sabtu, 12/11).
"Masyarakat dari mana?" kata Emmy balik bertanya saat ditanya bahwa ada masyarakat yang menanyakan dana tersebut.
Menurutnya, sudah merupakan haknya untuk tidak memberitahukan berapa jumlah dana yang dikeluarkan guna pemenangan komodo tersebut. Dia berkilah, itu tidak menggunakan dana APBN.
"Ini kan dana swasta," katanya sambil ngotot.
Dengan nada kasar dia kembali menegaskan, semua itu ada aturan mainnya. Dan sudah sesuai dengan proses yang berlaku.
"Terintegrasi semuanya. Hasil ini sudah dari web dan SMS," tegasnya sembari meninggalkan wartawan.
Silakan deh "voters" ikutan merasakan "kebanggaan" ini...kalo saya mah...NEHIIII!!!
Sobat mestinya ngerti ttg si Weleh-weleh...?
Yups si Komodo, yang sempet rame diperbincangkan dalam setiap kesempatan untuk menjadi The New7Wonder. Sapa coba yang ikutan? Dah merasa bangga belum setelah melihat hasilnya? Apa kebanggaan tersebut bisa bikin yang nganggur jadi dapet pekerjaan? Yang belum berjodoh lantas dapat jodoh dengan mudah? Yang ngutang bertumpuk lantas utang lunas setelah urun sms dukungan? Apakah kebanggaan itu hanya kepuasan pribadi semata atau gengsi ben rada gawl gto?..iiih esmosi deh dengan term "BANGGA" ini.
Kembali ke si komo, selain banyak info miring ttg organisasi penyelenggara, keanehan-keanehannya juga menghiasi acara "The New7Wonders" ini. Dari banyaknya peserta yg mundur, ketidak-transparansi-nya acara tsb, bahkan hingga hasilnya pun masih memunculkan keraguan!
Nah menurut info yg saya temukan neg, pasca surfing ttg komodo, ada yg cukup menarik neh...Nih lagsung tek beriken kutipannya yg dapet situs harianmerdeka :
Ketua Pendukung Pemenangan Komodo, Emmi Haffild, mengakui bahwa ada permainan khusus untuk memenangkan Pulau Komodo sebagai salah satu tujuh keajaiban dunia alam versi New 7 Wonders.
Kata Emmi, pihaknya juga telah memberikan sejumlah dana kepada Yayasan yang bermarkas di Swiss tersebut guna memenangkan Pulau Komodo.
Ketika kembali ditanyakan terkait jumlah dana yang diberikan tersebut Emmi justru balik bertanya.
"Jangan ditanya jumlah vote berapa. Itu karena aturan main. Dalam aturan
mainnya, itu tidak boleh kita ungkapkan. Termasuk juga berapa sih dana yang disampaikan ke sana (New 7 Wonders) itu juga nggak boleh," kata Emmi dengan nada geram di Marley Cafe, Mezanine Energy Tower Kawasan SCBD Semanggi, Jakarta, (Sabtu, 12/11).
"Masyarakat dari mana?" kata Emmy balik bertanya saat ditanya bahwa ada masyarakat yang menanyakan dana tersebut.
Menurutnya, sudah merupakan haknya untuk tidak memberitahukan berapa jumlah dana yang dikeluarkan guna pemenangan komodo tersebut. Dia berkilah, itu tidak menggunakan dana APBN.
"Ini kan dana swasta," katanya sambil ngotot.
Dengan nada kasar dia kembali menegaskan, semua itu ada aturan mainnya. Dan sudah sesuai dengan proses yang berlaku.
"Terintegrasi semuanya. Hasil ini sudah dari web dan SMS," tegasnya sembari meninggalkan wartawan.
Silakan deh "voters" ikutan merasakan "kebanggaan" ini...kalo saya mah...NEHIIII!!!
Minggu, 13 November 2011
80M untuk apa ya?
Bismillah...
Sea Games XXVI Jakarta-Palembang resmi
dibuka oleh sang Presiden, hari Jum’at (11/11) bertempat di
Jakbaring Sport City (JSC), Palembang. Dana yang digunakan pun
“sekedar” untuk pembukaan ini saja sebesar Rp 80 miliar.
Wuiih...Rp 80 miliar itu kalo dibeliin
mendoan saja dengan asumsi harga Rp 1500 /bijinya (maaf pake “biji”,
susah nyari kata yg pantes disematkan), dan seharinya makan 3 biji
aja, maka cukup untuk 17.777.778 hari! Kalo dihitung njlimet lagi
jadinya 48.706 tahun!
Inilah beberapa konversi dari 80M itu :
Biaya Parkir
Rp 1.000 / motor = 80.000.000
sepedamotor
Beras kualitas mantepz
Rp 9.600 / kg =
8.333.333 kg = 13.888.889 orang (0,6 kg / orang / hari)
Minuman energi / isotonik
Rp 6.000 / botol =
13.333.333 botol (ben pada semangat!!!)
Minuman mineral
Rp 11.000 / galon) =
7.272.727 galon
SPP anak SD
Rp 50.000 / anak / bln =
1.600.000 anak
Biaya Ijab Qabul
Rp 500 ribu / pasangan =
160.000 pasangan pengantin
Rumah Murah
Rp 25 juta / unit = 3.200 unit
(rumah murah versi pemerintah)---kena angin ribut kuat gak yah?
Rumah Sederhana/Sangat Sederhana
Rp 70
juta / unit = 1.143 unit rumah RS / RSS (mnt REI)
Biaya persalinan
Rp 1 juta / orang =
80.000 / ibu
Biaya Kuliah S1
Rp 10 juta / orang) =
8.000 / mahasiswa
Biaya Naik Haji Plus (ONH Plus)
Rp
67 juta / orang = 1.194 orang (kalo yg reguler, pasti lebih banyak lagi)
Segitu aja yah...(mayan ribet neh
ngitungnya). Itu semua perkiraan yah, tapi ya...lumayan mendekati lah.
Monggo kalo ada sobat yg mau nambahi...
Jumat, 11 November 2011
Parade Baliho di Cilacap
Bismillah...Tadi sempat dengar juga berita tentang kota Cilacap, yaitu tentang baliho-baliho orang-orang yang pengin dikenal oleh warga Cilacap. Baliho-baliho ini sudah berbulan-bulan nampang di beberapa ruas jalan di Cilacap, dari Sampang hingga Majenang. Tapi baru hari ini tadi sedang dipelajari oleh KPUD (ato Panwasluda ya, wah lupa!!! Maaf), apakah baliho tersebut berkaitan langsung dengan Pemilukada di Cilacap, yang akan segera diadakan, atau hanya upaya mengenalkan diri kepada warga Cilacap?
Wah, terus selama ini pada kemana tuh para pejabat KPUD, yang dibayar pakai uang warga melalui pajak? Padahal sudah lama terpampang, gak cuma di pinggir jalan, tapi juga di mobil-mobil dan angkot yang mondar-mandir tiap harinya.
Kalo dari pengamatan saya, sudah ada 4 orang yang nampang di baliho-baliho tersebut. Termasuk yang model rada-rada terselubung yaitu oleh sang pejabat sendiri...
Menurut berita dari radio Yes tersebut (karena baru radio ini yg bisa saya dengeri streaming lewat internet), masyarakat Cilacap sudah merasa "gerah" dengan baliho-baliho tersebut.
Menurut saya...gak bakalan ditindak tuh para lakon yang nampang di baliho-baliho, paling hasil dari penelitian KPUD sudah bisa saya tebak : itu hanyalah pengenalan saja ke masyarakat Cilacap dan tidak ada kaitan langsung dengan Pemilukada...
Coba aja cek berita Cilacap terus, insya Allah bakal kayak gitu beritanya yang muncul...Cekidot Sob!!!
E-KTP : Bahaya Terselubung (2)
Bismillah...
Inilah bagian keduanya sobat.
Tentang judulnya neh, perlu sobat semua ketahui, yang ini merupakan analisis,
bahwa, e-KTP ini bakal jadi “mata-mata” sang
pemiliknya. Yang berarti juga bisa mengganggu privasi setiap
individu. Meski dalam situs resminya, e-KTP.com, pemerintah menjamin
keamanannya.
“Orang-orang Indonesia yang mengelola teknologi
e-KTP merupakan ahli dan jago di bidangnya,” gitu kata juru bicara
Kementerian Dalam Negeri Reydonnyzar Moenek di Jakarta, Senin (7/11)
lalu.
Eits, jangan salah sob, Indonesia itu padahal sistem
IT-nya termasuk ketinggalan loh. Di luar negeri sana sudah jauh lebih
canggih! Alias bukan suatu hil yang mustahal, dengan mudah sistem
e-KTP itu jebol. Inget gak, dulu kasus jebolnya Wikileaks, yang sudah
susah-susah dijaga data RHS-nya, tetep aja jebol dan ambyar
kemana-mana. Pentagon aja, lembaga pertahanan Amerika Serikat yang
konon terkenal canggih luar biasa, bisa jebol oleh hacker. Dan
Indonesia pun sudah merasa aman?
Namun pemerintah punya alasan tambahan untuk
meyakinkan. Kemendagri, sang pemilik proyek, mengklaim e-KTP
Indonesia gak bakal dapat ditembus serta disalahgunakan. Keyakinan
itu mereka wujudkan dengan melibatkan bantuan dari 15 lembaga seperti
BIN, BPPT, ITB, dan Lembaga Sandi Negara.
Terus muncul neh pertanyaan,
bagaimanakah jika penyalahgunaan data e-KTP itu jsutru dilakukan
negara?
Ada lagi isu yang mungkin belum menjadi
concern publik dalam kaitan dengan e-KTP adalah keterlibatan
L-1 Identity Solutions sebagai penyuplai perangkat perekam sidik jari
atau AFIS (Automated Fingerprint Identification System) dalam proyek
e-KTP di Indonesia.
Dugaan adanya kolusi dan korupsi dalam
tender pengadaan e-KTP pernah dilaporkan secara khusus oleh sebuah
media nasional, bahwa pemenang tender sudah dirancang sedari awal.
Sejumlah rapat, yang dihadiri pihak penawar (yang kemudian menjadi
pemenang), sejumlah vendor (termasuk perwakilan L-1), dan pemilik
tender (pemerintah) terjadi jauh sebelum pemenang tender diumumkan.
Nah loh?
Terkait dengan semua itu, ada baiknya kita
bahas L-1 dalam proyek ini, pada postingan yang lain.
Nah terus bahanya nih, ada beberapa
indikasinya :
Pertama,
adanya upaya untuk secara internasional berbagi data biometrik, wa
bil khusus Amerika Serikat, dedengkot
kapitalisme yang sedang “mpot-mpotan” ekonominya.
Salah satu buktinya ada pada kesaksian
di hadapan Subkomite Keamanan Dalam Negeri DPR AS pada 2009, Kathleen
Kraninger (Deputi Asisten Menteri untuk Kebijakan) dan Robert A Mocny
(Direktorat Perlindungan Nasional US-VISIT) menyatakan sebagai
berikut:
“Untuk memastikan bahwa kita mampu
menghancurkan jaringan teroris sebelum mereka sampai ke Amerika
Serikat, kita harus berada di depan dalam mengendalikan standar
biometrik internasional. Dengan mengembangkan sistem yang kompatibel,
kita akan mampu berbagi informasi teroris internasional dengan aman
demi memperkuat pertahanan kita.”
Dalam sebuah artikel yang ditulis oleh
S Magnuson pada 2009 pada majalah “National Defense”,
berjudul “Defense Department Under Pressure to Share Biometric
Data”, pemerintah AS mengklaim telah memiliki kesepakatan
bilateral dengan sekitar 25 negara untuk berbagi data biometrik.
“Setiap kali pemimpin negara lain
mengunjungi Washington dalam beberapa tahun terakhir, Kementerian
Luar Negeri akan memastikan bahwa mereka menandatangani kesepakatan
(berbagi data biometrik) tersebut.”
Washington tampaknya tak hanya menempuh
cara formal. Seperti pernah diungkap dalam kabel diplomatik AS—yang
dibocorkan Wikileaks—Kementerian Luar Negeri AS menginstruksikan
diplomat AS untuk secara rahasia mengumpulkan identifikasi biometrik
para diplomat negara lain.
FBI tak ketinggalan. Seraya mengklaim
ingin membuat “dunia lebih aman”, FBI mendesak inisiatif berbagi
data biometrik di antara negara-negara. Nah loh?!
Kedua,
lemahnya undang-undang terkait pengamanan database kependudukan,
terutama jika memperhatikan upaya berbagi data dengan negara lain.
UU No : 23 / 2006 tentang Administrasi
Kependudukan sangat minim mengatur isu perlindungan dan keamanan
data. Isu berbagi data dengan negara lain sama sekali tak diatur.
Bahkan, UU tersebut ‘memberi’ celah bagi pemegang kekuasaan untuk
“mengubah”, “meralat”, dan “menghapus” tanpa
sepengetahuan sang pemilik data, warga negara itu sendiri. Ini rentan
bagi upaya manipulasi data demi kepentingan tertentu.
Aturan turunannya lebih buruk lagi. PP
37/2007 membuka peluang bagi siapa pun, termasuk pihak swasta, untuk
memperoleh dan menggunakan database kependudukan dengan syarat yang
ringan: izin menteri. Di sini lagi-lagi, hak konstitusional warga
negara untuk dilindungi privasinya bakal terganggu. Tak ada satu
klausul pun dalam peraturan itu yang mewajibkan adanya pengetahuan si
pemilik data.
Tekanan negara Paman Sam terhadap
Indonesia untuk berbagi data biometrik sangat mungkin terjadi.
Apalagi mantra “perang melawan teroris” masih terlampau sakti
bagi sebagian besar pejabat Indonesia yang tak punya nyali. Terlebih
kata ‘berbagi’ kerap tak berlaku timbali balik, alias sepihak
demi keuntungan negara yang lebih kuat.
Menjual privasi demi keamanan negara
(aman dari teroris, katanya) mungkin bisa dianggap sikap patriotis
seorang warga negara. Namun, seperti dikatakan salah seorang
“founding father” AS, Benjamin Franklin:
“People willing to trade their
freedom for temporary security deserve neither and will lose both”
(orang ingin menjual kebebasannya dengan keamanan yang sementara
justru tidak akan mendapatkan semua dan kehilangan keduanya).
Itulah sobat, bahayanya. Sebenarnya masih
ada lagi latar belakang pembuatan e-KTP ini yang cukup menarik
termasuk kaitannya dengan program Yahudi untuk menguasai dunia. Insya
Allah akan saya posting juga di lain kesempatan.
Wallahu a'lam bishawab
Sumber : voi-islam,e-ktp.com
E-KTP : Bahaya Terselubung (1)
Bismillah...
Sobat, bagi yang gaul sama informasi nih, pasti sudah pernah denger yang namanya e-KTP? Kalo ada yang belum, cek aja deh di mbah Google, saya gak mau kebanyakan cuap-cuap di sini. e-KTP itu simpelnya, sistem elektronisasi KTP, yaitu KTP yang lebih canggih dari yang sebelumnya. KTP ini manfaatnya akan jauh lebih banyak, bahkan menurut pemerintah e-KTP ini akan mampu berkontribusi bagi keamanan nasional, khususnya dalam menekan ruang gerak para teroris. Wah, lah kok bisa? Gimana ceritanya tuh?
Itulah dunia saat ini yang serba digital, makin canggih sob!
Proyek senilai Rp 5,84 triliun ini sekarang masih pada tahap sosialisasi, dan pencetakannya sudah dilakukan beberapa waktu yang lalu dengan menggunakan 29 mesin cetak. Sebuah alat cetak mampu mencetak 20 ribu buah setiap harinya, so berapa dong sebulannya dengan menggunakan semua mesinnya? (maaf dihitung sendiri yah...)
KTP elektronik ini dilengkapi dengan "chip" berisi data pribadi, rekam sidik jari dan iris mata, serta tanda tangan. Hingga Kamis kemarin (3/11) data Kemdagri mencatat sebanyak 8,63 juta penduduk di 197 kabupaten/kota telah melakukan perekaman data di kecamatan/kelurahan setempat untuk membuat e-KTP. Dari sekitar 8,63 juta tersebut, sekitar 2,24 juta di antaranya adalah warga DKI Jakarta dan sisanya sekitar 6,37 adalah warga di luar wilayah DKI. Info lengkapnya di www.e-ktp.com.
Salah satu latar belakang munculnya e-KTP ini adalah untuk mengantisipasi KTP palsu yang kerap digunakan oleh para pelaku kejahatan, termasuk para tersangka “teroris”. Dengan e-KTP, akan sangat sulit dibuat KTP palsu, mengingat di Indonesia ini hanya ada 29 mesin cetak khususnya. Dan itu pun diawasi dengan sangat ketat oleh Pemerintah.
Kal menurut saya sendiri neh, sepertinya e-KTP
nantinya mirip dengan simcard yang dipakai kita-kita di ponsel. Ada
chip kecil di simcard kecil tersebut. Mau tahu buktinya? Coba
sobat-sobat buka stiker kuningan yang ada di simcard, tapi jangan
simcard yang masih terpakai lho! Tapi simcard yang dah gak terpakai
lagi. Setelah stiker kuningan itu kita buka, maka akan tampak chip
yang menjadi “otak” simcard kita. Chip itulah yang berfungsi
banyak dalam ponsel, canggih ya?
Nah seperti itulah nantinya chip yang akan terpasang di e-KTP! Chip itu pastinya bakal lebih canggih dari chip simcard yang dipakai dalam ponsel. Fungsinya pun gak jauh beda dengan yang ada dalam simcard kita, yaitu mampu mengirim sinyal, selama sinyalnya terjangkau oleh BTS-BTS yang ada.
Wah, berarti kemana pun kita pergi, bakal ketahuan dong?
Yups, begitulah. Eit, tapi kalo e-KTP-nya dibawa. Kalo tersimpan di lemari pakaian, ya yang kedetek lemari pakaiannya! Sang empunya e-KTP bisa ngelayab kemana saja. Tapi saya kira pemerintah gak bakal semudah itu dibodohi, karena nantinya bakal ada regulasi yang mengatur penggunaan e-KTP ini. Bisa aja di setiap toilet umum akan ada sensor e-KTP, yang akan membuka pintu toiletnya kalo sudah membaca data dari e-KTP calon pengguna toilet. Wacks?!?!? Terus kalo yang punya penyakit diare gimana dong? Wah gak kebayang deh!!!
Nah itu sekilas tentang e-KTP, tentang bahayanya pada postingan berikutnya ya sob?!
Baca selanjutnya di sini
Sumber :voa-islam, analisadaily, e-ktp.com
Sobat, bagi yang gaul sama informasi nih, pasti sudah pernah denger yang namanya e-KTP? Kalo ada yang belum, cek aja deh di mbah Google, saya gak mau kebanyakan cuap-cuap di sini. e-KTP itu simpelnya, sistem elektronisasi KTP, yaitu KTP yang lebih canggih dari yang sebelumnya. KTP ini manfaatnya akan jauh lebih banyak, bahkan menurut pemerintah e-KTP ini akan mampu berkontribusi bagi keamanan nasional, khususnya dalam menekan ruang gerak para teroris. Wah, lah kok bisa? Gimana ceritanya tuh?
Itulah dunia saat ini yang serba digital, makin canggih sob!
Proyek senilai Rp 5,84 triliun ini sekarang masih pada tahap sosialisasi, dan pencetakannya sudah dilakukan beberapa waktu yang lalu dengan menggunakan 29 mesin cetak. Sebuah alat cetak mampu mencetak 20 ribu buah setiap harinya, so berapa dong sebulannya dengan menggunakan semua mesinnya? (maaf dihitung sendiri yah...)
KTP elektronik ini dilengkapi dengan "chip" berisi data pribadi, rekam sidik jari dan iris mata, serta tanda tangan. Hingga Kamis kemarin (3/11) data Kemdagri mencatat sebanyak 8,63 juta penduduk di 197 kabupaten/kota telah melakukan perekaman data di kecamatan/kelurahan setempat untuk membuat e-KTP. Dari sekitar 8,63 juta tersebut, sekitar 2,24 juta di antaranya adalah warga DKI Jakarta dan sisanya sekitar 6,37 adalah warga di luar wilayah DKI. Info lengkapnya di www.e-ktp.com.
Salah satu latar belakang munculnya e-KTP ini adalah untuk mengantisipasi KTP palsu yang kerap digunakan oleh para pelaku kejahatan, termasuk para tersangka “teroris”. Dengan e-KTP, akan sangat sulit dibuat KTP palsu, mengingat di Indonesia ini hanya ada 29 mesin cetak khususnya. Dan itu pun diawasi dengan sangat ketat oleh Pemerintah.
Kal menurut saya sendiri neh, sepertinya e-KTP
nantinya mirip dengan simcard yang dipakai kita-kita di ponsel. Ada
chip kecil di simcard kecil tersebut. Mau tahu buktinya? Coba
sobat-sobat buka stiker kuningan yang ada di simcard, tapi jangan
simcard yang masih terpakai lho! Tapi simcard yang dah gak terpakai
lagi. Setelah stiker kuningan itu kita buka, maka akan tampak chip
yang menjadi “otak” simcard kita. Chip itulah yang berfungsi
banyak dalam ponsel, canggih ya?Nah seperti itulah nantinya chip yang akan terpasang di e-KTP! Chip itu pastinya bakal lebih canggih dari chip simcard yang dipakai dalam ponsel. Fungsinya pun gak jauh beda dengan yang ada dalam simcard kita, yaitu mampu mengirim sinyal, selama sinyalnya terjangkau oleh BTS-BTS yang ada.
Wah, berarti kemana pun kita pergi, bakal ketahuan dong?
Yups, begitulah. Eit, tapi kalo e-KTP-nya dibawa. Kalo tersimpan di lemari pakaian, ya yang kedetek lemari pakaiannya! Sang empunya e-KTP bisa ngelayab kemana saja. Tapi saya kira pemerintah gak bakal semudah itu dibodohi, karena nantinya bakal ada regulasi yang mengatur penggunaan e-KTP ini. Bisa aja di setiap toilet umum akan ada sensor e-KTP, yang akan membuka pintu toiletnya kalo sudah membaca data dari e-KTP calon pengguna toilet. Wacks?!?!? Terus kalo yang punya penyakit diare gimana dong? Wah gak kebayang deh!!!
Nah itu sekilas tentang e-KTP, tentang bahayanya pada postingan berikutnya ya sob?!
Baca selanjutnya di sini
Sumber :voa-islam, analisadaily, e-ktp.com
Imunisasi di Cilacap
Barusan aja denger info dari Yesradio Cilacap, kalo ternyata ada warga Cilacap yang menolak diimunisasi. Yaitu warga Kesugihan, Cipari & Adipala. Kenapa gerangan? Alesannnya bahwa imunisasi yang diberikan mengandung zat-zat yang haram dan membahayakan tubuh. Loh bukannya imunisasi itu untuk kesehatan? Kok malah membahayakan? (lengkapnya insya Allah kan ku bahas laen kali ya)
Menurut pejabat terkait dari Pemda Cilacap, Pak Marwoto, jumlah yang menolak ada sekitar 100 orang . Nah 100-an orang itu diminta menuliskan pernyataan penolakannya, termasuk alasannya. Padahal, lanjut Pak Marwoto, sudah dilampirkan pernyataan kehalalannya dari MUI, yang berarti aman-aman aja tentang imunisasi ini. Pelaksanaan imunisasi ini dilakukan dengan mendatangi rumah-rumah warga, mengingat antusiasme masyarakat yang berkurang terhadap penggunaan cairan yang berisi bakteri/virus yang sudah dilemahkan ini.
Menurutku :
Ada lebih banyak loh yang menolak imunisasi ini, wong info ttg bahaya imunisasi dah banyak yang ngerti kok, tms aku yg gak setuju pemberian imunisasi ini. Makanya, sampai-sampai disertakan lampiran dari MUI, bahwa imunisasi itu aman. Info lebih lanjut ttg imunisasi insyaAllah kan ku sampaikan di blog ini, sebagai rujukan untuk keselamatan The Next Generation
Langganan:
Postingan (Atom)









