Tampilkan postingan dengan label politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label politik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Februari 2019

SUDIRMAN SAID vs JOKOWI : RONDE 2



Setelah beredarnya berita bocoran dari Sudirman Said tentang "Pertemuan Rahasia" antara Jokowi dengan CEO Freeport, James R. Moffet, tersebarlah isu bahwa memang telah terjadi "Pertemuan Rahasia" tersebut.
Jokowi kemudian melakukan klarifikasi bahwa tidak ada pertemuan sembunyi-sembunyi.
Dan bagaimana respon Sudirman Said atas pernyataan sang Petahana tersebut?
Berikut beritanya : ⇓⇓

=======
Sudirman Said Klarifikasi, Tak Ada Pertemuan Rahasia Jokowi-Moffett

Sabtu, 26 Mei 2012

Rabu, 09 Mei 2012

Koleksi Koruptor


Jalan-jalan cari ttg korupsi, eeh saya nemu link daftar koruptor [http://infokorupsi.com/id/pejabatkorup.php]. Gak ngerti sejauh mana update-nya ntu, tapi lumayan buat yg mo nambahin daftar koleksi situs-situs apik.
BTW, di Banjarmasinpost, ada tulisan yg menarik.

Selasa, 08 Mei 2012

Beli Indonesia [1]


Ini adalah data terbaru (yg baru saya dapet) dalam penguasaan asing di Indonesia, sebagaimana tercantum dalam suaramerdeka.com.

Jumat, 25 November 2011

Antek AS Merugi

Bismillah...
Banyak penguasa Muslim yang tidak yakin dengan agamanya. Mereka malah lebih yakin kepada Amerika Serikat (AS) dan sekutunya. Mereka menyerahkan sumber daya alamnya kepada "majikan" mereka, dengan imbalan kekuasaan / kedudukannya akan dijamin.
Tapi kenyataanya? Imperialis tetaplah imperialis yang hanya membutuhkan keuntungan saja, kalau para penguasa tersebut sudah tidak menguntungkan, kick it out!
Dan inilah beberapa penguasa Muslim, yang tertipu :
1. Presiden Mesir, Husni Mubarak
Salah satu bukti kesetiannya kepada AS adalah dengan menjaga israel. Iapun rela mengorbankan agama dan rakyatnya untuk mendapatkan dukungan AS. Waktu berganti, dengan didepaknya "Sang Fir'aun" dari singgasananya. Kini ia sakit-sakitan dan harus menghadapi pengadilan rakyatnya. AS? Cuek aja tuh!
2. Presiden Libya, Muammar Qaddafi
Salah satu penguasa negara terlama ini, kurang lebih 40 tahun, di akhir masanya malah sungguh menyedihkan! AS dan sekutunya telah diberi olehnya ladang-ladang minyak dan gas. Namun, akhirnya ia malah dimusuhi, tidak hanya oleh negeri-negeri Barat, tapi juga rakyatnya. JAsadnya pun terhina, dengan dipamerkan kepada rakyatnya sendiri, yang sekian lama tertindas oleh tindakan represifnya.
3. Presiden Iraq, Saddam Hussein
Tak jauh beda dengan yang satu ini. Setelah berangkulan mesra menghadapi Iran, eh malah diserbu oleh TTM-nya itu, Si Paman Sam. Ia pun digantung di negerinya sendiri, padahal AS dan sekutunya telah banyak diberi sumber daya alam Iraq yang luar biasa.
4. Presiden Pakistan, Pervezz Musharaf.
Tak berbeda dengan antek boneka lainnya, setelah terkenal sebagai salah satu antek favorit AS yang disambut olehnya dengan kesetiannya, iapun turun tahta dengan menyedihkan dengan diturunkan oleh oposisi yang bekerja sama dengan sang majikan.
5. Presiden Indonesia, Soeharto
Setelah dibantu bertahta selama 32 tahun, iapun berkarir dengan akhir yang tragis setelah tidak disukai sang majikan. Rakyat melengserkannya dengan paksa melalui aksi massa. PAdahal dengan rela ia menyerahkan kakayaan rakyatnya, yaitu ladang migas dan bukit emas kepada sang majikan, sejak awal kekuasannya.
Di beberapa negeri Timur Tengah,, kini sedang menghadapai badai penggulingan yang bahkan dengan rela membunuhi rakyatnya. Mereka, sesama antek pun saling membantu untuk menyelamatkan diri mereka. Sampai kapan mereka bertahan? Kita tunggu saja episode berikutnya...

Jumat, 11 November 2011

Parade Baliho di Cilacap

Bismillah...
Tadi sempat dengar juga berita tentang kota Cilacap, yaitu tentang baliho-baliho orang-orang yang pengin dikenal oleh warga Cilacap. Baliho-baliho ini sudah berbulan-bulan nampang di beberapa ruas jalan di Cilacap, dari Sampang hingga Majenang. Tapi baru hari ini tadi sedang dipelajari oleh KPUD (ato Panwasluda ya, wah lupa!!! Maaf), apakah baliho tersebut berkaitan langsung dengan Pemilukada di Cilacap, yang akan segera diadakan, atau hanya upaya mengenalkan diri kepada warga Cilacap?
Wah, terus selama ini pada kemana tuh para pejabat KPUD, yang dibayar pakai uang warga melalui pajak? Padahal sudah lama terpampang, gak cuma di pinggir jalan, tapi juga di mobil-mobil dan angkot yang mondar-mandir tiap harinya.
Kalo dari pengamatan saya, sudah ada 4 orang yang nampang di baliho-baliho tersebut. Termasuk yang model rada-rada terselubung yaitu oleh sang pejabat sendiri...
Menurut berita dari radio Yes tersebut (karena baru radio ini yg bisa saya dengeri streaming lewat internet), masyarakat Cilacap sudah merasa "gerah" dengan baliho-baliho tersebut.
Menurut saya...gak bakalan ditindak tuh para lakon yang nampang di baliho-baliho, paling hasil dari penelitian KPUD sudah bisa saya tebak : itu hanyalah pengenalan saja ke masyarakat Cilacap dan tidak ada kaitan langsung dengan Pemilukada...
Coba aja cek berita Cilacap terus, insya Allah bakal kayak gitu beritanya yang muncul...Cekidot Sob!!!

E-KTP : Bahaya Terselubung (2)

Bismillah...
Inilah bagian keduanya sobat.
Tentang judulnya neh, perlu sobat semua ketahui, yang ini merupakan analisis,
bahwa, e-KTP ini bakal jadi “mata-mata” sang pemiliknya. Yang berarti juga bisa mengganggu privasi setiap individu. Meski dalam situs resminya, e-KTP.com, pemerintah menjamin keamanannya.
Orang-orang Indonesia yang mengelola teknologi e-KTP merupakan ahli dan jago di bidangnya,” gitu kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri Reydonnyzar Moenek di Jakarta, Senin (7/11) lalu.
Eits, jangan salah sob, Indonesia itu padahal sistem IT-nya termasuk ketinggalan loh. Di luar negeri sana sudah jauh lebih canggih! Alias bukan suatu hil yang mustahal, dengan mudah sistem e-KTP itu jebol. Inget gak, dulu kasus jebolnya Wikileaks, yang sudah susah-susah dijaga data RHS-nya, tetep aja jebol dan ambyar kemana-mana. Pentagon aja, lembaga pertahanan Amerika Serikat yang konon terkenal canggih luar biasa, bisa jebol oleh hacker. Dan Indonesia pun sudah merasa aman?
Namun pemerintah punya alasan tambahan untuk meyakinkan. Kemendagri, sang pemilik proyek, mengklaim e-KTP Indonesia gak bakal dapat ditembus serta disalahgunakan. Keyakinan itu mereka wujudkan dengan melibatkan bantuan dari 15 lembaga seperti BIN, BPPT, ITB, dan Lembaga Sandi Negara.
Terus muncul neh pertanyaan, bagaimanakah jika penyalahgunaan data e-KTP itu jsutru dilakukan negara?
Ada lagi isu yang mungkin belum menjadi concern publik dalam kaitan dengan e-KTP adalah keterlibatan L-1 Identity Solutions sebagai penyuplai perangkat perekam sidik jari atau AFIS (Automated Fingerprint Identification System) dalam proyek e-KTP di Indonesia.
Dugaan adanya kolusi dan korupsi dalam tender pengadaan e-KTP pernah dilaporkan secara khusus oleh sebuah media nasional, bahwa pemenang tender sudah dirancang sedari awal. Sejumlah rapat, yang dihadiri pihak penawar (yang kemudian menjadi pemenang), sejumlah vendor (termasuk perwakilan L-1), dan pemilik tender (pemerintah) terjadi jauh sebelum pemenang tender diumumkan. Nah loh?
Terkait dengan semua itu, ada baiknya kita bahas L-1 dalam proyek ini, pada postingan yang lain.
Nah terus bahanya nih, ada beberapa indikasinya :
Pertama, adanya upaya untuk secara internasional berbagi data biometrik, wa bil khusus Amerika Serikat, dedengkot kapitalisme yang sedang “mpot-mpotan” ekonominya.
Salah satu buktinya ada pada kesaksian di hadapan Subkomite Keamanan Dalam Negeri DPR AS pada 2009, Kathleen Kraninger (Deputi Asisten Menteri untuk Kebijakan) dan Robert A Mocny (Direktorat Perlindungan Nasional US-VISIT) menyatakan sebagai berikut:
Untuk memastikan bahwa kita mampu menghancurkan jaringan teroris sebelum mereka sampai ke Amerika Serikat, kita harus berada di depan dalam mengendalikan standar biometrik internasional. Dengan mengembangkan sistem yang kompatibel, kita akan mampu berbagi informasi teroris internasional dengan aman demi memperkuat pertahanan kita.”
Dalam sebuah artikel yang ditulis oleh S Magnuson pada 2009 pada majalah “National Defense”, berjudul “Defense Department Under Pressure to Share Biometric Data”, pemerintah AS mengklaim telah memiliki kesepakatan bilateral dengan sekitar 25 negara untuk berbagi data biometrik.
Setiap kali pemimpin negara lain mengunjungi Washington dalam beberapa tahun terakhir, Kementerian Luar Negeri akan memastikan bahwa mereka menandatangani kesepakatan (berbagi data biometrik) tersebut.”
Washington tampaknya tak hanya menempuh cara formal. Seperti pernah diungkap dalam kabel diplomatik AS—yang dibocorkan Wikileaks—Kementerian Luar Negeri AS menginstruksikan diplomat AS untuk secara rahasia mengumpulkan identifikasi biometrik para diplomat negara lain.
FBI tak ketinggalan. Seraya mengklaim ingin membuat “dunia lebih aman”, FBI mendesak inisiatif berbagi data biometrik di antara negara-negara. Nah loh?!
Kedua, lemahnya undang-undang terkait pengamanan database kependudukan, terutama jika memperhatikan upaya berbagi data dengan negara lain.
UU No : 23 / 2006 tentang Administrasi Kependudukan sangat minim mengatur isu perlindungan dan keamanan data. Isu berbagi data dengan negara lain sama sekali tak diatur. Bahkan, UU tersebut ‘memberi’ celah bagi pemegang kekuasaan untuk “mengubah”, “meralat”, dan “menghapus” tanpa sepengetahuan sang pemilik data, warga negara itu sendiri. Ini rentan bagi upaya manipulasi data demi kepentingan tertentu.
Aturan turunannya lebih buruk lagi. PP 37/2007 membuka peluang bagi siapa pun, termasuk pihak swasta, untuk memperoleh dan menggunakan database kependudukan dengan syarat yang ringan: izin menteri. Di sini lagi-lagi, hak konstitusional warga negara untuk dilindungi privasinya bakal terganggu. Tak ada satu klausul pun dalam peraturan itu yang mewajibkan adanya pengetahuan si pemilik data.
Tekanan negara Paman Sam terhadap Indonesia untuk berbagi data biometrik sangat mungkin terjadi. Apalagi mantra “perang melawan teroris” masih terlampau sakti bagi sebagian besar pejabat Indonesia yang tak punya nyali. Terlebih kata ‘berbagi’ kerap tak berlaku timbali balik, alias sepihak demi keuntungan negara yang lebih kuat.
Menjual privasi demi keamanan negara (aman dari teroris, katanya) mungkin bisa dianggap sikap patriotis seorang warga negara. Namun, seperti dikatakan salah seorang “founding father” AS, Benjamin Franklin:
People willing to trade their freedom for temporary security deserve neither and will lose both” (orang ingin menjual kebebasannya dengan keamanan yang sementara justru tidak akan mendapatkan semua dan kehilangan keduanya).
Itulah sobat, bahayanya. Sebenarnya masih ada lagi latar belakang pembuatan e-KTP ini yang cukup menarik termasuk kaitannya dengan program Yahudi untuk menguasai dunia. Insya Allah akan saya posting juga di lain kesempatan.
Wallahu a'lam bishawab
Sumber : voi-islam,e-ktp.com

E-KTP : Bahaya Terselubung (1)

Bismillah...
Sobat, bagi yang gaul sama informasi nih, pasti sudah pernah denger yang namanya e-KTP? Kalo ada yang belum, cek aja deh di mbah Google, saya gak mau kebanyakan cuap-cuap di sini. e-KTP itu simpelnya, sistem elektronisasi KTP, yaitu KTP yang lebih canggih dari yang sebelumnya. KTP ini manfaatnya akan jauh lebih banyak, bahkan menurut pemerintah e-KTP ini akan mampu berkontribusi bagi keamanan nasional, khususnya dalam menekan ruang gerak para teroris. Wah, lah kok bisa? Gimana ceritanya tuh?
Itulah dunia saat ini yang serba digital, makin canggih sob!
Proyek senilai Rp 5,84 triliun ini sekarang masih pada tahap sosialisasi, dan pencetakannya sudah dilakukan beberapa waktu yang lalu dengan menggunakan 29 mesin cetak. Sebuah alat cetak mampu mencetak 20 ribu buah setiap harinya, so berapa dong sebulannya dengan menggunakan semua mesinnya? (maaf dihitung sendiri yah...)
KTP elektronik ini dilengkapi dengan "chip" berisi data pribadi, rekam sidik jari dan iris mata, serta tanda tangan. Hingga Kamis kemarin (3/11) data Kemdagri mencatat sebanyak 8,63 juta penduduk di 197 kabupaten/kota telah melakukan perekaman data di kecamatan/kelurahan setempat untuk membuat e-KTP. Dari sekitar 8,63 juta tersebut, sekitar 2,24 juta di antaranya adalah warga DKI Jakarta dan sisanya sekitar 6,37 adalah warga di luar wilayah DKI. Info lengkapnya di www.e-ktp.com.
Salah satu latar belakang munculnya e-KTP ini adalah untuk mengantisipasi KTP palsu yang kerap digunakan oleh para pelaku kejahatan, termasuk para tersangka “teroris”. Dengan e-KTP, akan sangat sulit dibuat KTP palsu, mengingat di Indonesia ini hanya ada 29 mesin cetak khususnya. Dan itu pun diawasi dengan sangat ketat oleh Pemerintah.
Kal menurut saya sendiri neh, sepertinya e-KTP nantinya mirip dengan simcard yang dipakai kita-kita di ponsel. Ada chip kecil di simcard kecil tersebut. Mau tahu buktinya? Coba sobat-sobat buka stiker kuningan yang ada di simcard, tapi jangan simcard yang masih terpakai lho! Tapi simcard yang dah gak terpakai lagi. Setelah stiker kuningan itu kita buka, maka akan tampak chip yang menjadi “otak” simcard kita. Chip itulah yang berfungsi banyak dalam ponsel, canggih ya?
Nah seperti itulah nantinya chip yang akan terpasang di e-KTP! Chip itu pastinya bakal lebih canggih dari chip simcard yang dipakai dalam ponsel. Fungsinya pun gak jauh beda dengan yang ada dalam simcard kita, yaitu mampu mengirim sinyal, selama sinyalnya terjangkau oleh BTS-BTS yang ada.
Wah, berarti kemana pun kita pergi, bakal ketahuan dong?
Yups, begitulah. Eit, tapi kalo e-KTP-nya dibawa. Kalo tersimpan di lemari pakaian, ya yang kedetek lemari pakaiannya! Sang empunya e-KTP bisa ngelayab kemana saja. Tapi saya kira pemerintah gak bakal semudah itu dibodohi, karena nantinya bakal ada regulasi yang mengatur penggunaan e-KTP ini. Bisa aja di setiap toilet umum akan ada sensor e-KTP, yang akan membuka pintu toiletnya kalo sudah membaca data dari e-KTP calon pengguna toilet. Wacks?!?!? Terus kalo yang punya penyakit diare gimana dong? Wah gak kebayang deh!!!
Nah itu sekilas tentang e-KTP, tentang bahayanya pada postingan berikutnya ya sob?!

Baca selanjutnya di sini

Sumber :voa-islam, analisadaily, e-ktp.com