Bismillah...
Liberalisasi di Indonesia berawal dari masuknya VOC Belanda. Kemudian ketika Soekarno berkuasa, ia mencoba dan membalik keadaan dengan mengamanatkan UUD 1945. Kemudian disusul dengan macam-macam tindakan mulai dari nasionalisasi perusahaan-perusahaan asing, sampai kemudian pada puncaknya pada tgl 23 Agustus 1965 dengan menerbitkan UU no 16/65.
Dengan UU itu, Soekarno dengan tegas mengakhiri segala bentuk keterlibatan perusahaan asing di Indonesia yang merupakan klimaks atau proses atau koreksi penghentian liberalisasi di Indonesia. Tetapi beberapa minggu kemudian, meletuslah peristiwa G30S/PKI yang berujung pada akhirnya kekuasaan Soekarno. Proses penggulingan SOekarno ini, tak lepas dari campur tangan AS.
Masuknya liberalisasi di Indonesia terjadi pasca Proklamasi khususnya setelah Indonesia masuk Konferensi Meja Bundar (KMB) pada tahun 1949. Di situlah perlahan-lahan awal masuknya, seperti ketika di KMB saat Indonesia dipaksa untuk mengikuti IMF, yang jelas kaki tangan Amerika. Kamudian pada 1957, beberapa ekonom Indonesia berangkat ke Amerika, yang belakangan kemudia dikenal sebagai mafia Barkeley.
Bukti lain adalah saat pecah pemberontakan PRRI / Permesta, yang pada salah satu kejadian, tertembaknya sebuah pesawat yang kemudian jatuh dengan pilotnya yang berasal dari Amerika.
Pasca era Soekarno, cenkeraman liberalisme di Indonesia makin kuat, yaitu dengan masuknya mafia Barkeley ke dalam Kabinet Soeharto. Dari situlah terbit sejumlah UU yang menyiapkan dasar-dasar dari proses liberalisasi berikutnya. Antara lain yang paling penting diantaranya adalah UU no.1 / 67 yang melegalkan penanaman modal asing.
Maka sejak itulah di era Soeharto, mafia Barkeley benar-benar berkuasa, ada liberalisasi, deregulasi, debirokratisasi, sampai kemudian krisis 1998. Lalu IMF masuk, utang Indonesia pun menggunung dan seterusnya dan seterusnya sampai sekarang.
Di era SBY makin liberal lagi. Dengan terbitnya UU Penanaman Modal yang lebih ekstrim liberalnya dari pada UU No. 1 / 1967. UU tersebut tidak membedakan antara penanaman modal dalam negeri dan penanaman modal asing, bahkan bisa masuk ke semua sektor hingga 95%! SBY pun menggelar karpet merah bagi liberlisasi ekonomi di Indonesia.
Dampak dari liberalisasi ini adalah ekonomi Indonesia yang berkembang, tapi bukan kesejahteraan rakyatnya, melainkan dominasi asing. Rakyat makin terpinggirkan, kekayaan alam terkuras habis untuk asing, rakyatpun jadi kuli di negeri sendiri. Kalo tidak di negeri sendiri tidak bisa, yah jadi TKI.
Sumber : Media Ummat
Jumat, 25 November 2011
Antek AS Merugi
Bismillah...
Banyak penguasa Muslim yang tidak yakin dengan agamanya. Mereka malah lebih yakin kepada Amerika Serikat (AS) dan sekutunya. Mereka menyerahkan sumber daya alamnya kepada "majikan" mereka, dengan imbalan kekuasaan / kedudukannya akan dijamin.
Tapi kenyataanya? Imperialis tetaplah imperialis yang hanya membutuhkan keuntungan saja, kalau para penguasa tersebut sudah tidak menguntungkan, kick it out!
Dan inilah beberapa penguasa Muslim, yang tertipu :
1. Presiden Mesir, Husni Mubarak
Salah satu bukti kesetiannya kepada AS adalah dengan menjaga israel. Iapun rela mengorbankan agama dan rakyatnya untuk mendapatkan dukungan AS. Waktu berganti, dengan didepaknya "Sang Fir'aun" dari singgasananya. Kini ia sakit-sakitan dan harus menghadapi pengadilan rakyatnya. AS? Cuek aja tuh!
2. Presiden Libya, Muammar Qaddafi
Salah satu penguasa negara terlama ini, kurang lebih 40 tahun, di akhir masanya malah sungguh menyedihkan! AS dan sekutunya telah diberi olehnya ladang-ladang minyak dan gas. Namun, akhirnya ia malah dimusuhi, tidak hanya oleh negeri-negeri Barat, tapi juga rakyatnya. JAsadnya pun terhina, dengan dipamerkan kepada rakyatnya sendiri, yang sekian lama tertindas oleh tindakan represifnya.
3. Presiden Iraq, Saddam Hussein
Tak jauh beda dengan yang satu ini. Setelah berangkulan mesra menghadapi Iran, eh malah diserbu oleh TTM-nya itu, Si Paman Sam. Ia pun digantung di negerinya sendiri, padahal AS dan sekutunya telah banyak diberi sumber daya alam Iraq yang luar biasa.
4. Presiden Pakistan, Pervezz Musharaf.
Tak berbeda dengan antek boneka lainnya, setelah terkenal sebagai salah satu antek favorit AS yang disambut olehnya dengan kesetiannya, iapun turun tahta dengan menyedihkan dengan diturunkan oleh oposisi yang bekerja sama dengan sang majikan.
5. Presiden Indonesia, Soeharto
Setelah dibantu bertahta selama 32 tahun, iapun berkarir dengan akhir yang tragis setelah tidak disukai sang majikan. Rakyat melengserkannya dengan paksa melalui aksi massa. PAdahal dengan rela ia menyerahkan kakayaan rakyatnya, yaitu ladang migas dan bukit emas kepada sang majikan, sejak awal kekuasannya.
Di beberapa negeri Timur Tengah,, kini sedang menghadapai badai penggulingan yang bahkan dengan rela membunuhi rakyatnya. Mereka, sesama antek pun saling membantu untuk menyelamatkan diri mereka. Sampai kapan mereka bertahan? Kita tunggu saja episode berikutnya...
Banyak penguasa Muslim yang tidak yakin dengan agamanya. Mereka malah lebih yakin kepada Amerika Serikat (AS) dan sekutunya. Mereka menyerahkan sumber daya alamnya kepada "majikan" mereka, dengan imbalan kekuasaan / kedudukannya akan dijamin.
Tapi kenyataanya? Imperialis tetaplah imperialis yang hanya membutuhkan keuntungan saja, kalau para penguasa tersebut sudah tidak menguntungkan, kick it out!
Dan inilah beberapa penguasa Muslim, yang tertipu :
1. Presiden Mesir, Husni Mubarak
Salah satu bukti kesetiannya kepada AS adalah dengan menjaga israel. Iapun rela mengorbankan agama dan rakyatnya untuk mendapatkan dukungan AS. Waktu berganti, dengan didepaknya "Sang Fir'aun" dari singgasananya. Kini ia sakit-sakitan dan harus menghadapi pengadilan rakyatnya. AS? Cuek aja tuh!
2. Presiden Libya, Muammar Qaddafi
Salah satu penguasa negara terlama ini, kurang lebih 40 tahun, di akhir masanya malah sungguh menyedihkan! AS dan sekutunya telah diberi olehnya ladang-ladang minyak dan gas. Namun, akhirnya ia malah dimusuhi, tidak hanya oleh negeri-negeri Barat, tapi juga rakyatnya. JAsadnya pun terhina, dengan dipamerkan kepada rakyatnya sendiri, yang sekian lama tertindas oleh tindakan represifnya.
3. Presiden Iraq, Saddam Hussein
Tak jauh beda dengan yang satu ini. Setelah berangkulan mesra menghadapi Iran, eh malah diserbu oleh TTM-nya itu, Si Paman Sam. Ia pun digantung di negerinya sendiri, padahal AS dan sekutunya telah banyak diberi sumber daya alam Iraq yang luar biasa.
4. Presiden Pakistan, Pervezz Musharaf.
Tak berbeda dengan antek boneka lainnya, setelah terkenal sebagai salah satu antek favorit AS yang disambut olehnya dengan kesetiannya, iapun turun tahta dengan menyedihkan dengan diturunkan oleh oposisi yang bekerja sama dengan sang majikan.
5. Presiden Indonesia, Soeharto
Setelah dibantu bertahta selama 32 tahun, iapun berkarir dengan akhir yang tragis setelah tidak disukai sang majikan. Rakyat melengserkannya dengan paksa melalui aksi massa. PAdahal dengan rela ia menyerahkan kakayaan rakyatnya, yaitu ladang migas dan bukit emas kepada sang majikan, sejak awal kekuasannya.
Di beberapa negeri Timur Tengah,, kini sedang menghadapai badai penggulingan yang bahkan dengan rela membunuhi rakyatnya. Mereka, sesama antek pun saling membantu untuk menyelamatkan diri mereka. Sampai kapan mereka bertahan? Kita tunggu saja episode berikutnya...
Anda Moderat?
Inilah ciri-ciri muslim moderat :
1. menolak syariah Islam secara kaffah yang diterapkan oleh negara Islam dan menolak syari'ah Islam yang dianggap menentang ide-ide pokok kapitalisme, yaitu demokrasi, HAM, pluralisme dan liberalisme.
2. menurut RAND Corporation dlm "Building Moderate Muslims Networks" karakter muslim moderat adalah mendukung demokrasi, pengakuan terhadap HAM (tms kesetaraan jender dan kebebasan beragama), menghormati sumber hukum yang nonsektarian dan menentang terorisme.
3. menurut Robert Spencer (antiislam terkemuka dari AS) : menolak pemberlakuan hukum Islam kpd non-muslim, meninggalkan keinginan utk menggantikan konstitusi dengan hukum ISlam, menolak keinginan utk menarik pajak berdasarkan agama (jizyah) terhadap non-muslim, menolak supremasi Islam atas agama lain termasuk perintah untuk memerangi orang-orang Yahudi dan NAsrani hingga mereka tunduk, menolak aturan bahwa seorang muslim yang beralih pada agama lain atau tidak beragama harus dibunuh, mendorong kaum muslim untuk menghilangkan larangan nikah beda agama termasuk sanksi yang membolehkan suami memukul istri.4. menurut "muslimagainstshariah" : tidak anti bangsa semit, menentang kekhilafahan, kritis terhadapa Islam mengganggap Nabi bukan contoh yang harus ditiru, menentang jihad, pro israel atau netral, tidak bereaksi ketika Islam dan Nabi Muhammad dikritik, menentang pakaian Islam, syariah dan terorisme.
5. menurut Andrew McCarthy (dlm National Review Online, 24 Agustus 2010) : siapapun yang membela syariat Islam tidak dapat dikatakan moderat (no one who advocates shariah can be moderate)
Wah berarti keimanannya meragukan donk seorang muslim moderat itu...ya gak?!?!?!
Lagian ciri-ciri itu kan yang buat orang2 kafir, shg yg merasa seperti itu berarti manut sama orang kafir yah...
So...back to Islam kaffah...Allahu Akbar!!!
Sumber : Media Ummat
Minggu, 20 November 2011
Saran 'tuk Kemajuan
Bismillah…
Sobat, pernahkah sobat mengawali hidup dari awal lagi gak?
Dari awal membangun, entah usaha, entah persahabatan, entah pekerjaan, atau
apalah itu. Pastilah rasanya berat…Ya gak? Di saat berat ini, kita haruslah
mempersiapkan diri agar tidak terhanyut, bila kita berada di tengah banjir bandang,
atau terhempas, bila kita berada di tengah badai laut. Persiapan ini tentu saja
bukan persiapan yang setengah hati, yang bukannya membawa kita kepada kebangkitan
diri kita, malah bisa-bisa makin terperosok ke dalam jurang yang sangat dalam. Nah
sobat, berilah saran dalam blog ini, agar siapapun yang membacanya tetap semangat, untuk memulai kembali dari awal…Waktu kita
makin mendekati pada batas akhir waktu, yang
bisa setiap saat ‘kan
datang menghampiri. Sobat, kunantikan saranmu…syukron katsir
Rabu, 16 November 2011
Komodo Menang ??
Bismillah...
Sobat mestinya ngerti ttg si Weleh-weleh...?
Yups si Komodo, yang sempet rame diperbincangkan dalam setiap kesempatan untuk menjadi The New7Wonder. Sapa coba yang ikutan? Dah merasa bangga belum setelah melihat hasilnya? Apa kebanggaan tersebut bisa bikin yang nganggur jadi dapet pekerjaan? Yang belum berjodoh lantas dapat jodoh dengan mudah? Yang ngutang bertumpuk lantas utang lunas setelah urun sms dukungan? Apakah kebanggaan itu hanya kepuasan pribadi semata atau gengsi ben rada gawl gto?..iiih esmosi deh dengan term "BANGGA" ini.
Kembali ke si komo, selain banyak info miring ttg organisasi penyelenggara, keanehan-keanehannya juga menghiasi acara "The New7Wonders" ini. Dari banyaknya peserta yg mundur, ketidak-transparansi-nya acara tsb, bahkan hingga hasilnya pun masih memunculkan keraguan!
Nah menurut info yg saya temukan neg, pasca surfing ttg komodo, ada yg cukup menarik neh...Nih lagsung tek beriken kutipannya yg dapet situs harianmerdeka :
Ketua Pendukung Pemenangan Komodo, Emmi Haffild, mengakui bahwa ada permainan khusus untuk memenangkan Pulau Komodo sebagai salah satu tujuh keajaiban dunia alam versi New 7 Wonders.
Kata Emmi, pihaknya juga telah memberikan sejumlah dana kepada Yayasan yang bermarkas di Swiss tersebut guna memenangkan Pulau Komodo.
Ketika kembali ditanyakan terkait jumlah dana yang diberikan tersebut Emmi justru balik bertanya.
"Jangan ditanya jumlah vote berapa. Itu karena aturan main. Dalam aturan
mainnya, itu tidak boleh kita ungkapkan. Termasuk juga berapa sih dana yang disampaikan ke sana (New 7 Wonders) itu juga nggak boleh," kata Emmi dengan nada geram di Marley Cafe, Mezanine Energy Tower Kawasan SCBD Semanggi, Jakarta, (Sabtu, 12/11).
"Masyarakat dari mana?" kata Emmy balik bertanya saat ditanya bahwa ada masyarakat yang menanyakan dana tersebut.
Menurutnya, sudah merupakan haknya untuk tidak memberitahukan berapa jumlah dana yang dikeluarkan guna pemenangan komodo tersebut. Dia berkilah, itu tidak menggunakan dana APBN.
"Ini kan dana swasta," katanya sambil ngotot.
Dengan nada kasar dia kembali menegaskan, semua itu ada aturan mainnya. Dan sudah sesuai dengan proses yang berlaku.
"Terintegrasi semuanya. Hasil ini sudah dari web dan SMS," tegasnya sembari meninggalkan wartawan.
Silakan deh "voters" ikutan merasakan "kebanggaan" ini...kalo saya mah...NEHIIII!!!
Sobat mestinya ngerti ttg si Weleh-weleh...?
Yups si Komodo, yang sempet rame diperbincangkan dalam setiap kesempatan untuk menjadi The New7Wonder. Sapa coba yang ikutan? Dah merasa bangga belum setelah melihat hasilnya? Apa kebanggaan tersebut bisa bikin yang nganggur jadi dapet pekerjaan? Yang belum berjodoh lantas dapat jodoh dengan mudah? Yang ngutang bertumpuk lantas utang lunas setelah urun sms dukungan? Apakah kebanggaan itu hanya kepuasan pribadi semata atau gengsi ben rada gawl gto?..iiih esmosi deh dengan term "BANGGA" ini.
Kembali ke si komo, selain banyak info miring ttg organisasi penyelenggara, keanehan-keanehannya juga menghiasi acara "The New7Wonders" ini. Dari banyaknya peserta yg mundur, ketidak-transparansi-nya acara tsb, bahkan hingga hasilnya pun masih memunculkan keraguan!
Nah menurut info yg saya temukan neg, pasca surfing ttg komodo, ada yg cukup menarik neh...Nih lagsung tek beriken kutipannya yg dapet situs harianmerdeka :
Ketua Pendukung Pemenangan Komodo, Emmi Haffild, mengakui bahwa ada permainan khusus untuk memenangkan Pulau Komodo sebagai salah satu tujuh keajaiban dunia alam versi New 7 Wonders.
Kata Emmi, pihaknya juga telah memberikan sejumlah dana kepada Yayasan yang bermarkas di Swiss tersebut guna memenangkan Pulau Komodo.
Ketika kembali ditanyakan terkait jumlah dana yang diberikan tersebut Emmi justru balik bertanya.
"Jangan ditanya jumlah vote berapa. Itu karena aturan main. Dalam aturan
mainnya, itu tidak boleh kita ungkapkan. Termasuk juga berapa sih dana yang disampaikan ke sana (New 7 Wonders) itu juga nggak boleh," kata Emmi dengan nada geram di Marley Cafe, Mezanine Energy Tower Kawasan SCBD Semanggi, Jakarta, (Sabtu, 12/11).
"Masyarakat dari mana?" kata Emmy balik bertanya saat ditanya bahwa ada masyarakat yang menanyakan dana tersebut.
Menurutnya, sudah merupakan haknya untuk tidak memberitahukan berapa jumlah dana yang dikeluarkan guna pemenangan komodo tersebut. Dia berkilah, itu tidak menggunakan dana APBN.
"Ini kan dana swasta," katanya sambil ngotot.
Dengan nada kasar dia kembali menegaskan, semua itu ada aturan mainnya. Dan sudah sesuai dengan proses yang berlaku.
"Terintegrasi semuanya. Hasil ini sudah dari web dan SMS," tegasnya sembari meninggalkan wartawan.
Silakan deh "voters" ikutan merasakan "kebanggaan" ini...kalo saya mah...NEHIIII!!!
Langganan:
Postingan (Atom)





